By Dana Anwari. Shalat adalah doa yang sempurna mengikis kefakiran dan kekufuran. Semoga kita semua selalu ingat firman Allah swt. di surat Al Baqarah ayat 208 Al Quran: Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam secara keseluruhannya, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu.
Semoga kita menjadi orang Islam yang diingini Allah, masuk ke dalam Islam secara menyeluruh, tidak fakir ilmu-Nya. Karena hanya dengan begitu, insya Allah, kita terhindar dari jebakan setan: masuk ke dalam lubang kemusyrikan dan kekafiran.
Islam adalah shalat, dan shalat menyembah Allah Yang Maha Esa adalah Islam.
Shalat adalah pekerjaan yang mencerminkan hakekat menuju cita-cita kebahagiaan di dunia dan akhirat. Sungguh suatu kesalahan besar bila menyangka mendirikan shalat itu adalah suatu kesia-siaan; yang benar, tidak mengerjakan shalat adalah suatu kemalasan. Malas memikirkan sebab-sebab Allah memerintahkan manusia shalat. Malas memahami ajaran Nabi Muhammad saw. yang mengajarkan tata cara shalat. Malas mendaya gunakan akal. Dan malas menciptakan peluang bagi hati agar mampu menerima cahaya hidayah Islam.
Bagiku, shalat adalah doaku yang sempurna. Hatiku berdoa. Mulutku mengucapkan doa. Dan seluruh anggota tubuhku pun berdoa. Seluruh jiwa dan ragaku berdoa. Jiwaku meyakini bahwa tanpa kehadiran Allah dalam hidup dan kehidupanku, aku tidak akan seperti yang sekarang ini. Dan insya Allah, aku dan setiap orang yang melakukan shalat, akan dibawa-Nya kepada sejatinya kebahagiaan: damai, sejahtera dan selamat-- di dunia dan di akhirat. Di situlah letak kebahagiaan seorang muslim. Di situlah letak kenikmatan seseorang yang memeluk agama Islam: agama tauhid yang sempurna.
Perintah mendirikan shalat datang dari Allah, Sang Maha Pencipta, Ya Allah ya Khaaliq. Dia Maha Pencipta Tiada Tara, Ya Allah ya Badii’. Dia Maha Terpuji, Ya Allah ya Hamiid. Dia Maha Suci tanpa cela, Ya Allah ya Qudduus. Dia Maha Berpengetahuan, Ya Allah ya Aliim. Dia Maha Terhormat, Ya Allah ya Mu’izz. Dia Maha Luhur, Ya Allah ya Jaliil. Dia Maha Mulia, Ya Allah ya Kariim. Dia Maha Pemberi Keberuntungan, Ya Allah ya Naafi’. Tidaklah shalat yang diperintahkan-Nya itu suatu pekerjaan yang sia-sia.
Mari bersama kita kuak hikmahnya! Tiada kesempurnaan dalam diriku dan dirimu selama kita masih berupa dzat yang bernama manusia. Kesempurnaan hanya milik Dzat Yang Maha Sempurna, Allah Yang Maha Esa. Mari kita saling berbagi ilmu-Nya Yang Maha Sempurna. Mari minta pertolongan dari Yang Maha Sempurna, Tuhan kita, Allah swt. Sebagaimana firman-Nya di surat Al Baqarah ayat 45 Al Quran: Dan mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan (mengerjakan) shalat. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu`, (yaitu) orang-orang yang meyakini, bahwa mereka akan menemui Tuhannya, dan bahwa mereka akan kembali kepada-Nya.
Semoga keridaan kita untuk selalu melakukan doa yang sempurna: shalat-- mampu membuat Dia rida kepada kita. Amin ya Rabbal allamiin.
shalatdoasempurna.blogspot.com
***
Read more...
Masuklah ke dalam Islam dengan shalat, jadikanlah diri kita muslim yang shalat
Islam itu mudah dan ringan, maka jangan dipersulit dan diperberat
By Dana Anwari. Abu Hurairah ra, yang didoakan Nabi Muhammad saw agar selalu hafal hadis-hadis yang diberikannya, meriwayatkan dalam Kitab Shahih Bukhari (33): Nabi saw bersabda: “Sesungguhnya agama (Islam) itu ringan. Barangsiapa memperberat-berat, maka dia akan dikalahkan oleh agama. Oleh karena itu kerjakanlah (agama itu) menurut mestinya, dan gembiralah (karena akan memperoleh pahala), serta beribadahlah pada waktu pagi, petang dan sebagian malam.”
Menurut Nabiku, Nabi kita semua, Muhammad saw, keagungan agama Allah yang sempurna: agama Islam-- ditegakkan di atas lima pilar: bersyahadat, ibadah shalat, berzakat, berpuasa, dan ibadah haji.
Sebagaimana hadis riwayat Anas bin Malik, orang yang dididik layaknya anak sendiri oleh Nabi Muhammad saw, dan dicatat oleh Bukhari dan Muslim (4):
Anas berkata: Kami dilarang bertanya kepada Rasulullah saw tentang sesuatu. Yang mengherankan kami bahwa seorang badui yang beradab mengajukan pertanyaan kepada beliau dan kami mendengarkan.
Suatu hari datang seorang Badui, lalu berkata: “Wahai Muhammad, utusanmu telah datang kepada kami, ia mengatakan bahwa engkau menyatakan bahwa Allah telah mengutusmu.” Rasulullah saw menjawab: “Benar.”
Orang itu bertanya: “Kalau begitu, siapakah yang menciptakan langit?” Rasulullah saw menjawab: “Allah.”
Orang itu bertanya: “Siapakah yang menciptakan bumi?” Rasulullah saw menjawab: “Allah.”
Orang itu bertanya: “Siapakah yang menegakkan gunung-gunung ini dan menjadikan sebagaimana adanya?” Rasulullah saw menjawab: “Allah.”
Orang itu berkata: “Demi Zat yang telah menciptakan langit, menciptakan bumi dan menegakkan gunung bahwa Allah-lah yang mengutusmu?” Rasulullah saw menjawab: “Ya.”
Orang itu berkata: “Utusanmu mengatakan bahwa kami wajib mengerjakan shalat lima waktu dalam sehari semalam.” Rasulullah saw menjawab: “Benar.”
Orang itu berkata: “Demi Zat yang mengutusmu, apakah Allah yang memerintahkanmu?” Rasulullah saw menjawab: “Benar.”
Orang itu berkata: “Utusanmu mengatakan, bahwa kami wajib mengeluarkan zakat harta kami.” Rasulullah saw menjawab: “Benar.”
Orang itu bertanya: “Demi Zat yang mengutusmu, apakah Allah yang memerintahkanmu?” Rasulullah saw menjawab: “Ya.”
Orang itu berkata: “Utusanmu juga mengatakan bahwa kami diwajibkan puasa pada bulan Ramadan.” Rasulullah saw menjawab: “Benar.”
Orang itu bertanya: “Demi Zat yang mengutusmu, apakah Allah yang memerintahkanmu?” Rasulullah saw menjawab: “Ya.”
Orang itu berkata: “Utusanmu mengatakan pula bahwa kami wajib menunaikan ibadah haji ke Baitullah, jika mampu.” Rasulullah saw menjawab: “Benar.”
Kemudian orang itu pergi, seraya berkata: “Demi Zat yang mengutusmu dengan membawa kebenaran, aku tidak akan menambahkan atau mengurangi semua apa yang telah engkau terangkan.”
Mendengar itu, Rasulullah saw bersabda: “Sesungguhnya jika benar apa yang diucapkan, ia akan masuk surga.”
shalatdoasempurna.blogspot.com
***
Read more...
SUCCESS LINK
-
Jadilah pemimpin yang mampu mengelola rezeki dari Allah - *By Dana Anwari.* Keluarga yang kita pimpin, organisasi yang kita pimpin, perusahaan yang kita pimpin, maupun negeri yang kita pimpin patut dikelola dengan...