ReadTheQuran

Shalat, penyembahan kepada Allah Yang Satu, Tuhan yang tanpa sekutu adalah bukti takwa yang nomor satu

Mengapa hanya menyembah Tuhan Allah saja? 
Karena hanya Tuhan Allah saja yang memiliki ke-Maha Besar-an, dan tiada tuhan lain yang mampu menyekutukan-Nya. “Allah berfirman,” dalam surat Al Nahl ayat 51 Kitab Al Quran, “Janganlah kamu menyembah dua tuhan; sesungguhnya Dia-lah Tuhan Yang Maha Esa, maka hendaklah kepada-Ku saja kamu takut”.
Kita hanya harus menyembah Ya Allah ya Ahad, Tuhan Yang Maha Esa tanpa sekutu. Seperti kubaca dalam surat Al Anam ayat 101-103 Kitab Al Quran: “Dia Pencipta langit dan bumi. Bagaimana Dia mempunyai anak padahal Dia tidak mempunyai istri. Dia menciptakan segala sesuatu; dan Dia mengetahui segala sesuatu. (Yang memiliki sifat-sifat yang) demikian itu ialah Allah, Tuhan kamu; tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, Pencipta segala sesuatu, maka sembahlah Dia; dan Dia adalah Pemelihara segala sesuatu. Dia tidak dapat dicapai oleh penglihatan mata, sedang Dia dapat melihat segala penglihatan itu dan Dialah Yang Maha Halus lagi Maha Mengetahui.” “Katakanlah,” demikian wahyu Tuhanku, kepada Nabiku, Muhammad saw., kubaca di surat Yunus ayat 34 Kitab Suci Al Quran, “Apakah di antara sekutu-sekutumu ada yang dapat memulai penciptaan makhluk, kemudian mengulanginya (menghidupkannya) kembali? Katakanlah: Allah-lah yang memulai penciptaan makhluk, kemudian mengulanginya (menghidupkannya) kembali; maka bagaimanakah kamu dipalingkan (kepada menyembah yang selain Allah)?” 
“Dan barang siapa menyembah tuhan yang lain di samping Allah, padahal tidak ada suatu dalil pun baginya tentang itu, maka sesungguhnya perhitungannya di sisi Tuhannya. Sesungguhnya orang-orang yang kafir itu tiada beruntung,” begitu kata Tuhanku, Ya Allah ya Muhshy, Tuhan Yang Maha Menghitung, di surat Al Mu’minun ayat 117 Al Quran. 
Aku menyembah Allah maka aku beribadah. Dan, cara penyembahan kepada Allah yang utama adalah shalat. Karena, shalat itu ibadah yang paling sempurna. Karena, shalat adalah bacaan doa-doa yang disertai irama gerakan tubuh yang sarat hikmah. 

Benarkah shalat adalah amal saleh yang utama? 
Shalatku, ingin kujadikan sebagai amal salehku yang utama. Sebagaimana petunjuk Nabiku, Muhammad saw., diriwayatkan Abu Hurairah dalam Kitab Shahih Sunan Tirmidzi (413): “Sesungguhnya yang pertama kali dihisab pada hari kiamat dari amalan manusia adalah shalatnya; 
Jika amalan shalatnya baik maka ia orang yang bahagia dan beruntung, tetapi jika amalan shalatnya rusak maka ia termasuk orang yang rugi dan tidak beruntung. Jika terdapat kekurangan sedikit dari shalat wajibnya, maka Allah berfirman: ‘Lihatlah (hai para malaikat), apakah hambaKu mengerjakan shalat sunah untuk menyempurnakan shalat fardhunya? Kemudian jika hamba-Ku mengerjakan shalat sunah, maka shalat sunah itu untuk menyempurnakan shalat wajibnya yang kurang, kemudian seluruh amalannya diperlakukan seperti itu’.” 

Sungguhkah Allah melihat takwaku? 
Dengan shalat, aku sedang berusaha menjadi orang bertaqwa. Taqwaku adalah kepatuhanku kepada Ya Allah ya Qahhaar, Dzat Yang Maha Menundukkan. Taqwaku adalah ketaatanku kepada Ya Allah ya Raqiib, Dzat Yang Maha Mengawasi. Taqwaku adalah mematuhi perintah-Nya dan meninggalkan larangan-Nya. 
“Dan hanya kepada Akulah kamu harus bertakwa,” begitu kata Tuhanku dalam Al Quran surat Al Baqarah ayat 41. 
“Bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.” begitu firman Tuhanku Yang Maha Mengawasi, Ya Allah ya Raqiib di surat Al Baqarah ayat 233. 
Maka, aku bersungguh-sungguh mendirikan shalat hanya karena Allah. Karena Allah selalu melihat shalatku: sudah benarkah shalatku seperti yang diajarkan rasul-Nya, Muhammad saw? Bahkan Allah swt. mengetahui niatku mendirikan shalat: untuk riya ataukah untuk menggapai rida-Nya? 
Aku percaya dan yakin dengan petunjuk shalat Nabi Muhammad saw. yang bersumber dari petunjuk Tuhannya, Allah swt, Tuhan kita semua. Maka, kutiru keteladanan Nabiku, Nabi Muhammad saw. Dan akupun mencintai Nabiku, Nabi Muhammad saw, karena mengajariku untuk meraih kesuksesan dengan keberuntungan Tuhan-nya, Tuhan ku juga, dan Tuhan kita semua. 
“Sesungguhnya petunjuk Allah itulah (yang sebenarnya) petunjuk; dan kita disuruh agar menyerahkan diri kepada Tuhan semesta alam, dan agar mendirikan sembahyang serta bertakwa kepada-Nya. Dan Dialah Tuhan Yang kepada-Nya-lah kamu akan dihimpunkan.” Begitu Al Quran mengajariku, tertera dalam surat Al Anam ayat 71-72. 
Kumanfaatkan shalatku untuk menunjukkan siapa sesungguhnya diriku di hadapan Engkau, Ya Allah ya Waaliy, Tuhan Yang Maha Memerintah. 
Engkaulah Yang Maha Menjaga.Ya Allah ya Hafiidh, jagalah langkahku agar tidak keluar dari jalan-Mu yang terang dan lurus. 
Dan Engkau Yang Maha Pemelihara, Ya Allah ya Muhaymin, kuharapkan agar Engkau senantiasa menyertai langkah hidupku. Sebagaimana janji-Mu dalam Al Quran surat Al Baqarah ayat 194: “Bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah, bahwa Allah beserta orang-orang yang bertakwa.” 
“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam,” tegas Tuhanku Yang Maha Mengumpulkan manusia di akhirat, Ya Allah ya Jaami’, dalam firman-Nya di surat Ali Imran ayat 102 Al Quran. (Dana Anwari)

No comments:

SUCCESS LINK

Islam - Selections from Encyclopaedia Britannica